Guppy (Poecilia reticulata) adalah salah satu ikan hias air tawar paling populer di dunia, dan alasannya masuk akal: warnanya beragam, harganya terjangkau, dan perawatannya relatif mudah dibanding banyak ikan hias lain. Tapi di balik reputasi "ikan pemula", ada beberapa hal yang sering luput — terutama soal cara berkembang biaknya yang jauh lebih cepat dari yang dibayangkan kebanyakan orang.

Bukan Bertelur, tapi Melahirkan

Guppy termasuk ikan livebearer alias "melahirkan" — telurnya dibuahi dan menetas di dalam tubuh induk betina, sehingga yang keluar bukan telur melainkan anakan yang sudah bisa berenang sendiri. Sekali melahirkan, seekor induk betina bisa menghasilkan 20 hingga 100 anak sekaligus, dan siklus ini bisa berulang tiap tiga sampai lima minggu.

Yang lebih mengejutkan: induk betina bisa menyimpan sperma dari perkawinan sebelumnya dan terus melahirkan anakan baru selama berbulan-bulan meski sudah dipisahkan dari jantan. Kombinasi inilah yang membuat populasi guppy di akuarium bisa membengkak jauh lebih cepat dari perkiraan pemiliknya, kalau tidak dikontrol sejak awal.

Soal Aerator: Bisa, tapi Ada Syaratnya

Banyak yang percaya guppy bisa hidup tanpa aerator sama sekali. Ini tidak sepenuhnya salah, tapi juga tidak sesederhana itu. Guppy memang menyukai air yang cukup teroksigenasi, dan tanpa aerator, oksigen di air bergantung pada faktor lain: volume air yang cukup luas, tanaman air hidup yang membantu produksi oksigen, kepadatan ikan yang tidak berlebihan, dan pertukaran udara yang baik di permukaan air. Kalau salah satu faktor ini tidak terpenuhi — misalnya akuarium terlalu padat atau volumenya terlalu kecil — guppy tetap bisa kekurangan oksigen meski "katanya bisa hidup tanpa aerator".

Ukuran Akuarium yang Realistis

Untuk sekelompok kecil sekitar sepuluh ekor guppy, ukuran akuarium yang disarankan minimal sekitar 40 liter. Ini penting diperhatikan karena banyak pemula justru memulai dengan wadah yang jauh lebih kecil, lalu terkejut saat populasi guppy membengkak dalam hitungan minggu tanpa ruang yang cukup untuk menampungnya.

Yang sering bikin keliru

Guppy dewasa, termasuk induknya sendiri, cukup sering memakan anakannya sendiri kalau tidak ada tempat berlindung. Tanaman air yang rimbun seperti java fern membantu anakan bersembunyi dan meningkatkan peluang mereka bertahan hidup.