Cupang hias yang beredar sekarang hampir semuanya berasal dari satu spesies, Betta splendens, hasil persilangan panjang yang menghasilkan variasi bentuk sirip dan pola warna yang sangat luas. Karena bentuknya yang terus dikembangkan lewat perkawinan silang, mengenali "jenis" cupang lebih tepat dilakukan lewat bentuk sirip dan ekornya ketimbang sekadar warnanya — warna bisa muncul dalam kombinasi yang nyaris tak terbatas di semua bentuk sirip.

Plakat — Sirip Pendek, Kesan Kekar

Plakat adalah bentuk yang paling mendekati cupang tangkapan alam: sirip dan ekornya pendek, tidak menjumbai seperti jenis-jenis berhias panjang. Justru karena pendek, siripnya memberi kesan kokoh dan gesit, dan bentuk ini juga yang secara historis dipakai dalam tradisi adu cupang karena gerakannya lebih lincah dibanding cupang bersirip panjang.

Halfmoon — Ekor Membentang 180 Derajat

Halfmoon dikenali dari ekornya yang membentang lebar hingga membentuk siluet setengah lingkaran sempurna saat direntangkan penuh — dari situ namanya berasal. Sirip atas dan ekornya menyatu dengan tepi yang tajam dan lurus, menciptakan tampilan yang megah tapi juga butuh perawatan ekstra karena siripnya yang besar dan panjang lebih rentan robek dibanding jenis bersirip pendek.

Halfmoon Plakat — Kombinasi Keduanya

Sesuai namanya, jenis ini menggabungkan ciri plakat (sirip dan ekor pendek) dengan lebar bentangan ekor ala halfmoon yang bisa mencapai 180 derajat membentuk huruf D. Hasilnya adalah cupang dengan gerakan gesit seperti plakat, tapi tampilan ekor yang tetap dramatis saat mekar penuh.

JenisCiri sirip & ekorKarakter gerakan
PlakatPendek, tidak menjumbaiGesit dan lincah
HalfmoonPanjang, membentang 180° membentuk setengah lingkaranAnggun, lebih lambat
Halfmoon PlakatPendek dengan bentangan ekor lebar ala halfmoonGesit dengan tampilan megah

Merawat Cupang: Lebih dari Sekadar Toples Kecil

Cupang memang terkenal bisa hidup di wadah kecil karena kemampuannya mengambil oksigen tambahan dari udara lewat organ labirin, mirip prinsip yang dipakai ikan gabus. Tapi "bisa hidup" berbeda dari "hidup dengan baik" — air yang jarang diganti tetap membuat cupang stres dan rentan sakit meski oksigennya cukup. Daun ketapang kering kadang ditambahkan ke air cupang karena dipercaya melepaskan senyawa yang membantu menjaga kualitas air dan sedikit menurunkan pH, meniru kondisi air rawa asalnya di Asia Tenggara.

Satu hal yang perlu diingat: cupang jantan cenderung agresif terhadap sesama jantan dan bahkan terhadap ikan lain yang bentuknya mirip. Karena itu, cupang biasanya dipelihara sendirian atau dicampur sangat selektif dengan ikan yang benar-benar kompatibel.